Rabu, 27 April 2011

kehilangan



ketika aku pulang
pada sore yang basah
engkau tiada dikamar sepi
tiada dimana-mana
puas aku renung dalam resah
kusentuh hati
yang kurasa engkau bermain
dalam diri


ketika ku cari pesanmu
tiada selembar rambutmu bicara
semua kertas kosong menyepi
fikirku hilang ditepi puncak diri
rinduku mencari pagar tak bertepi
tiada siapa merasa saujana peri ini


ketika aku keluar dari celah hujan basah
terdengar langkahmu tiada keliru
kian basah aku ditimpanya
kian dekat langkahmu kusapa
tapi mata mendengar gelisah rapi
bagai manik-manik yang tak mungkin
menemui benang-benang hari


ketika langkah terus kugarap
dalam basah menimpa diri
ada suara-suara yang sayup saujana
seperti berbisik di dalam udara
mengajak aku berhenti di pondok
menjadi aku keliru di dalam mampu
tapi langkahku terus mengajak rindu


ketika kutoleh kanan kutoleh kiri
kuangkat tangan ke udara
titik-titik terus berada di tapak
terjunam wajahmu dalam hati
terdengar suara berkali-kali
bacalah..bacalah..dengan nama tuhan
dan aku terus basah dalam hujanmu